Warna Putih di Kuku Mengganggu? Hilangkan dengan Cara Ini

Warna Putih di Kuku Mengganggu? Hilangkan dengan Cara Ini

Kuku sehat biasanya berwarna merah muda dan berkilau. Perubahan warna, garis dan tonjolan, kuku rapuh, atau bercak putih pada kuku bisa menjadi tanda kondisi medis. Namun berbeda dengan warna putih di kuku yang disebut leukonikia. 

Dalam kebanyakan kasus, garis atau bintik putih tersebut terjadi akibat kuku tak sengaja terbentur benda keras. Infeksi jamur kuku juga bisa menyebabkan bercak di seluruh permukaan kuku. 

Tanda putih pada kuku juga bisa menandakan kurang mineral, yang mudah diobati dengan mengonsumsi makanan atau suplemen tertentu. Pada kasus yang jarang terjadi, bercak putih mengindikasikan kondisi kesehatan kronis.

Jenis-jenis leukonikia

Terdapat tiga jenis leukonikia, yaitu:

  1. Leukonikia total

Seluruh permukaan kuku bisa berubah menjadi putih. Biasanya leukonikia jenis ini bersifat genetik (keturunan).

  1. Leukonikia parsial

Pada kondisi ini warna putih tampak pada beberapa bagian kuku. Leukonikia parsial memiliki tiga variasi:

  • Striata: Garis putih horizontal pada kuku dan tampak sejajar dengan pangkal kuku (lunula). Kondisi ini juga disebut dengan Mees ‘Lines atau Transverse Leukonychia.
  • Punctata: Bintik putih kecil pada kuku. Ini merupakan bentuk leukonikia paling umum dan disebut juga sebagai leukonikia sejati.
  • Longitudinal: Garis putih memanjang muncul di bawah lempeng kuku. Jenis ini jarang sekali muncul. 
  1. Leukonikia tampak

Warna putih di kuku disebabkan adanya perubahan pada bantalan kuku, bukan pada lempengannya. Terdapat beberapa variasi leukonikia tampak yaitu kuku Terry, kuku Muehrcke, dan kuku setengah-setengah.

Menghilangkan warna putih pada kuku secara alami

Warna putih di kuku biasanya akan hilang dengan sendirinya. Jika disebabkan oleh faktor lain, seperti infeksi jamur atau kondisi medis, perawatannya akan berbeda tergantung penyebab tersebut. 

Namun sebelum mengunjungi dokter, Anda mungkin ingin mencoba menghilangkan bercak putih di kuku secara alami.

  1. Baking soda

Baking soda merupakan bahan rumahan yang memiliki beragam manfaat. Soda kue memiliki sifat basa yang membantu membunuh bakteri serta menghilangkan bintik putih di kuku akibat cedera pada kuku. 

Anda cukup mencampurkan 8 sdm soda kue, 4 sdm peroksida, 8 sdm cuka, 8 sdm garam, kemudian larutkan dengan 4 gelas air. Setelah semua bahan tercampur rata, oleskan ke kuku Anda yang terdampak. 

Diamkan beberapa menit, lalu oleskan kembali campuran tersebut. Terakhir, Anda bisa menutupnya dengan perban. Lakukan cara ini setiap hari selama minimal 2 minggu. 

  1. Minyak pohon teh

Minyak pohon teh efektif menghilangkan bercak putih di kuku yang disebabkan oleh infeksi jamur. Campurkan 6 tetes minyak pohon teh dengan 15 ml minyak zaitun. Lalu oles ke kuku Anda. Tunggu selama 15 – 20 menit lalu bilas.

  1. Jus lemon

Jus lemon mengandung vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan. Mengoleskan campuran 1-2 sdt jus lemon dengan sedikit minyak zaitun ke kuku yang terdampak secara rutin bisa membantu menghilangkan bintik putih di kuku. 

Anda juga bisa menggunakan minyak jeruk atau menggosokkan potongan jeruknya langsung ke kuku yang terkena.

  1. Cuka putih

Merendam kuku dengan larutan cuka putih hangat selama 10 menit setiap hari diklaim dapat membantu menghilangkan bercak putih pada kuku dengan cepat.

Catatan

Perlu diingat bahwa cara menghilangkan garis putih di kuku secara alami seperti yang telah disebutkan di atas mungkin tidak efektif bagi beberapa orang. Anda juga bisa mengalami efek samping, seperti gatal atau ruam, yang berarti penggunaan harus dihentikan. Agar lebih aman, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab warna putih di kuku Anda dan mendapat perawatan yang sesuai.

Ringankan Gejala Kutil Kelamin dengan Obat Kutil Kelamin Ini

Kutil kelamin merupakan kondisi infeksi seksual yang menular. Kondisi ini paling umum terjadi dibandingkan dengan penyakit menular seksual lainnya. Meski terkesan berbahaya, kondisi ini bisa diatasi dengan obat kutil kelamin, mulai dari obat pemberian dokter sampai obat alami.

Sebenarnya, kutil kelamin bukanlah kondisi yang mengancam jiwa. Tidak perlu adanya upaya pengobatan khusus untuk mengatasi kondisi ini. Akan tetapi, sebagian penderita merasa tidak nyaman dan malu dengan kutil kelamin.

Biasanya, pengobatan baru akan dilakukan apabila pasien merasakan gejala yang menimbulkan rasa sakit dan merasa kehilangan kepercayaan diri akibat kondisi yang dialaminya.

Macam-macam obat kutil kelamin dari dokter

Ketika Anda melakukan konsultasi dengan dokter mengenai gejala kutil kelamin yang diderita, dokter akan meresepkan sejumlah obat khusus. Obat-obatan tersebut biasanya dapat dioleskan langsung ke permukaan kulit Anda.

Obat kutil kelamin yang umumnya diberikan oleh dokter meliputi:

  • Podophylyn dan podofilox

Obat yang satu ini bekerja dengan menghancurkan jaringan kutil pada kelamin. Obat ini merupakan resin yang didapatkan dari tumbuhan.

Untuk mendapatnya, Anda hanya bisa mengandalkan resep dari dokter. Penggunaannya pun mudah, bisa Anda lakukan di rumah dengan mengoleskan podophylyn dan podofilox ke permukaan kutil.

  • Sinecatechins

Sinecatechins merupakan obat kutil kelamin berbentuk krim yang bisa digunakan di sekitar saluran anus. Anda hanya perlu mengoleskan krim ini pada kutil, yang tumbuh di bagian luar atau bagian dalam anus.

Akan tetapi, sinecatechins dapat menimbulkan efek samping berupa kemerahan pada kulit, rasa gatal, serta sensasi nyeri dan terbakar. Meski begitu, efek samping ini cenderung ringan dan tidak berbahaya.

  • Imiquimod

Imiquimod juga merupakan obat untuk mengatasi kutil pada kelamin yang berbentuk krim. Krim ini bekerja dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dalam menyerang kutil.

Saat menggunakan imiquimod, kemampuan alat kontrasepsi dalam menahan kehamilan dapat menurun. Karena itu, sebaiknya hindari kontak seksual dengan pasangan selama masa pemakaian.

Imiquimod memiliki sejumlah efek samping berupa kulit kemerahan, lecet, nyeri, kelelahan, ruam pada kulit, dan batuk.

  • Asam trikloroasetat

Obat yang satu ini merupakan obat berbahan kimiawi yang bekerja dengan membakar kutil pada kelamin. Penggunaannya dilakukan dari luar tubuh atau langsung di permukaan kulit.

Sama seperti obat kutil lainnya, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping. Efek sampingnya berupa iritasi kulit ringan, luka, dan nyeri.

Mencegah terkena kutil kelamin

Kutil kelamin ditularkan melalui kontak seksual. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menjadi penyakit bawaan yang diturunkan dari orang tua. Untuk mencegahnya, Anda perlu melakukan:

  • Imunisasi

Imunisasi membantu dalam melawan virus-virus penyebab kutil kelamin. Terdapat tiga jenis imunisasi untuk menghindar dari kondisi ini, yaitu gardasil, cervarix, dan gardasil 9.

Tiga jenis imunisasi ini didesain untuk melindungi tubuh Anda dari kemungkinan terkena kutil kelamin serta melawan jenis virus penyebab kanker serviks.

  • Menggunakan pelindung

Ketika melakukan  hubungan seksual, pastikan Anda dan pasangan sama-sama terbebas dari resiko kutil kelamin. Sebagai upaya pencegahan, gunakan pelindung ketika akan melakukan kontak seksual.

Dengan melakukan upaya pencegahan, Anda bisa menghindari kemungkinan terkena kutil kelamin. Anda pun tidak perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Jika Anda ingin mengobati kondisi dengan obat kutil kelamin, Anda hanya bisa mendapatkan obat tersebut dari dokter. Obat-obat ini cenderung lebih keras dan tidak dijual secara bebas.