Mengenal Manfaat dan Bahaya Talc pada Bedak

Mengenal Manfaat dan Bahaya Talc pada Bedak

Talc atau talcum powder adalah bahan yang ada dalam produk kosmetik seperti bedak. Di antara berbagai manfaatnya, ada pula bahaya talc yang perlu diperhatikan.

Talc dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik karena bermanfaat menyerap kelembapan, mencegah terjadinya penggumpalan, hingga riasan wajah jadi merata.

Apakah Talc Aman Digunakan?

Talc sebagai bahan pembuat bedak tabur. Talc ini memang bahan mineral yang berasal dari dalam bumi yang didapat melalui proses penambangan. 

Akan tetapi, talc ini tentu saja berbeda dari bahan mineral lain karena merupakan bahan mineral tidak aktif. Artinya, talc tidak bisa menimbulkan reaksi kimia ketika terkena kulit. Itulah kenapa talc digunakan untuk membuat bedak. 

Beragam Manfaat Talc

Talc memang terkenal sebagai bahan baku kosmetik dan juga produk perawatan tubuh. Meskipun sebenarnya talc digunakan dalam berbagai industri.

Talc berbentuk bubuk bermanfaat menyerap kelembapan dan juga mengurangi adanya gesekan yang menjadi penyebab iritasi. Selain itu, berbagai manfaat talc yaitu:

  • Mencegah ruam karena gesekan pada kulit yang sensitif
  • Menjaga agar kulit tetap kering
  • Membantu mencegah kulit lecet

Talc juga bisa meredakan iritasi kulit lebih cepat sehingga mampu mengatasi eksim. Talc juga bermanfaat menjaga kulit di area lipatan yang biasanya lembap, seperti ketiak, area kelamin, dan lainnya.

Selain manfaat di atas, ada juga manfaat lain talc, yaitu:

  • Mempertebal maskara jika diaplikasikan pada bulu mata
  • Mencegah lecet di area lipatan ketika berolahraga
  • Membuat makeup lebih merata karena menyerap kelebihan minyak wajah
  • Talc menyerap bau tidak sedap
  • Talc juga bisa menyerap minyak di kulit kepala
  • Talc juga bisa membersihkan pasir dari permukaan kulit lebih cepat, tips ini bisa digunakan saat bermain di pantai
  • Talc juga bisa ditaburkan di permukaan sprei agar tempat tidur tetap kering dan dingin

Selain manfaatnya, ada pula bahaya talc yang perlu diperhatikan dan dihindari.

Bahaya Talc

Talc memang memiliki banyak manfaat, namun perhatikan juga bahaya talc bagi kesehatan tubuh. Apa saja?

  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Dikhawatirkan adanya peningkatan risiko beberapa jenis kanker karena penggunaan talc. 

Misalnya penggunaan talc di area kemaluan bisa meningkatkan risiko mengalami kanker ovarium. Ataupun penggunaan talc di area kemaluan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause yang disebut bisa meningkatkan risiko kanker endometrium. Serta, saluran pernapasan yang sering terpapar talc juga bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru bila terhirup dalam jangka panjang.

Sejumlah penelitian memang menunjukkan hasil beragam. Ada yang menunjukkan kenaikan risiko kanker walaupun rendah, ada pula yang tidak menunjukkan kenaikan risiko.

Risiko kanker paru-paru ini hanya dialami oleh pekerja tambang atau orang yang terpapar talc sering atau jangka panjang. Sedangkan pada penggunaan talc kosmetik seperti bedak tabur tidak ada laporan risiko kanker.

Akan tetapi, perlu juga diwaspadai terkait penggunaan bedak tabur karena bisa mengganggu pernapasan, apalagi pada bayi. 

  1. Bisa Terkontaminasi Asbestos

Asbes atau asbestos adalah bahan mineral alami yang bersifat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker. Bahkan, kandungan asbes ini bisa terbawa ketika menambang talc. Salah satu jenis kanker yang bisa terjadi karena asbes ini adalah kanker pada jaringan yang melapisi organ tubuh (mesothelioma).

Jadi, perhatikan ketika menggunakan talc pada bedak tabur. Meski bermanfaat, ada juga bahaya talc yang perlu dihindari.

Selain Dehidrasi, Berikut 9 Pemicu Bibir Berdarah

Selain Dehidrasi, Berikut 9 Pemicu Bibir Berdarah

Bibir berdarah memang mudah sekali terjadi. Sebab, bibir merupakan bagian tubuh yang paling lembut dan tipis. Untuk mengatasi permasalahan bibir berdarah ini, tentu disesuaikan dengan penyebabnya agar tidak asal-asalan saja. 

Apa Saja Penyebab Bibir Berdarah?

Bibir berdarah biasanya sering disebabkan karena bibir kering dan pecah-pecah. Hal ini terjadi karena bibir tidak memiliki perlindungan selayaknya bagian kulit tubuh yang lain. Lagi pula, bibir juga tidak bisa melembapkan permukaannya sendiri. 

Lebih jelasnya, berikut penyebab bibir berdarah yang sering terjadi.

  1. Bibir Kering dan Pecah-pecah

Bibir kering memang bisa terjadi kapan saja dan bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti suhu udara yang terlalu dingin, lingkungan, berangin, hingga udara kering. Selain itu, bibir pecah-pecah juga bisa terjadi akibat iritasi kulit dan peradangan.

Pada kasus yang lebih parah, biasanya pada sudut bibir mengalami peradangan yang disebut juga dengan angular cheilitis. Kondisi ini menyebabkan munculnya luka di sudut bibir.

  1. Dehidrasi

Bibir kering pecah-pecah hingga menyebabkan bibir berdarah biasanya karena dehidrasi. Kondisi ini terjadi saat tubuh mengalami kekurangan cairan karena minum yang terlalu sedikit. Terlebih bagi kita yang tinggal di Indonesia yang merupakan negara tropis. 

Bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti bagian kulit tubuh lain sehingga tidak bisa memproduksi zat pelembap untuk membuat bibir terus terhidrasi dengan baik sehingga tidak kering. 

  1. Terkena Paparan Sinar Matahari

Ternyata bibir juga perlu dilindungi dari paparan sinar matahari yang berbahaya. Biasanya, bibir yang tidak terlindungi tabir surya akan rentan mengalami peradangan. 

Tentu dalam jangka panjang akan membuat bibir menjadi kering dan kaku. Efeknya, akan membuat bibir menjadi pecah-pecah.

  1. Kebiasaan Menjilat Bibir

Ada sebagian orang yang memiliki kebiasaan menjilat bibir ketika dia merasa bibirnya sudah mulai kering. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa membuat kondisi bibir menjadi tambah parah, lho. Sebab, air ludah bisa mempertahankan kelembapan bibir. Akan tetapi, saat air ludah tersebut menguap, maka akan membuat bibir jadi lebih kering bahkan dibanding sebelumnya.

  1. Kekurangan Vitamin dan Mineral

Tubuh yang kekurangan vitamin B bisa membuat kulit mengalami masalah kesehatan kulit. Sebab, diantara sekian banyak fungsi vitamin B, salah satunya adalah untuk membuat kulit menjadi lebih sehat.

Jika tubuh kekurangan vitamin B, maka bisa menimbulkan berbagai penyakit kulit seperti ruam, kulit berjerawat, hingga bibir pecah-pecah. Selain itu, kekurangan mineral seperti zinc dan juga zat besi bisa menyebabkan kondisi yang sama seperti kekurangan vitamin B. Terlebih di bagian sudut bibir.

  1. Penggunaan Pasta Gigi

Pasta gigi yang biasa digunakan mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Ternyata zat SLS ini bisa menghilangkan kelembapan bibir, lho. Jika Anda mengalami kondisi bibir yang pecah atau kering, maka periksalah pasta gigi yang ANda gunakan, bisa jadi mengandung SLS.

  1. Bernafas dengan Mulut

Mungkin bagi penderita pilek, asma, atau masalah pernapasan lainnya biasanya akan sering kali menghadapi masalah bibir kering dan pecah. Hal ini karena biasanya mereka cenderung menggunakan mulut untuk bernafas sehingga aliran udara akan sangat kencang dan sering.

  1. Cedera

Bibir berdarah juga bisa disebabkan oleh adanya cedera yang terjadi. Misalnya bibir terkena hantaman, pukulan, terjatuh, terkena goresan pinggiran kertas, atau karena tergigit. Selain berdarah, biasanya bibir juga bisa menjadi bengkak.

  1. Reaksi Alergi

Selain itu, bibir mengalami kering dan pecah hingga berdarah bisa juga disebabkan karena alergi penggunaan produk bibir seperti lipstik, pelembap bibir, dan sebagainya. Biasanya juga disertai dengan gejala lain seperti bibir gatal, iritasi, bibir kering, hingga ruam yang terjadi di sekitar mulut.

Pencuci Muka

Setiap orang perlu menjaga kebersihan supaya mencegah kotoran. Seluruh bagian tubuh perlu dijaga, termasuk muka. Ada berbagai jenis pencuci muka yang dapat dicoba konsumen, namun bergantung pada kondisi kulit wajah yang dimiliki.

Kulit Kering dan Berminyak

Bagi Anda yang memiliki kulit kering dan berminyak, Anda disarankan untuk mencari pencuci muka untuk kulit kombinasi. Sebagian orang merasa bahwa memilih produk tersebut cukup menantang, karena mereka perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti efek pada kulit wajah. Meskipun demikian, ada berbagai pilihan yang dapat Anda coba untuk merawat kulit wajah Anda.

Orang-orang yang memiliki kulit wajah berminyak dan kering akan terasa berminyak pada area dahi, hidung, dan dagu setelah mencuci muka. Di sisi lain, area pipi dan kulit di bawah mata akan kering.

Orang-orang yang memiliki kulit seperti ini tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik, namun juga bisa disebabkan oleh penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan, kandungan dalam produk kulit untuk jenis kulit tersebut tidak cocok di kulit, dan perubahan hormon ketika seseorang mengalami pubertas atau menopause.

Kulit berminyak dan kering dapat menimbulkan masalah seperti kerutan, penyumbatan pori-pori, dan perubahan kadar pH kulit.

Kandungan Pencuci Muka Untuk Kulit Kering dan Berminyak

Jika Anda memiliki kulit berminyak dan kering, dan ingin menjaga kulit Anda, berikut adalah kandungan pada pencuci muka yang dapat Anda coba:

  1. Asam hialuronat

Asam hialuronat merupakan salah satu kandungan yang dapat Anda coba, karena kandungan tersebut dapat melembabkan dan menghidrasi kulit wajah dengan baik.

  1. Asam glikolat

Asam glikolat merupakan kandungan lain yang dapat Anda coba, karena dapat menghilangkan sel kulit mati akibat sumbatan pori-pori. Asam tersebut juga dapat mengendalikan produksi minyak pada bagian kulit berminyak dan mencegah jerawat.

  1. Asam salisilat

Asam salisilat dapat Anda gunakan untuk membersihkan kulit wajah berminyak dan kering. Asam tersebut merupakan bahan yang ideal bagi Anda yang rentan terhadap jerawat. Asam tersebut memiliki kegunaan dalam membersihkan pori-pori dan menghilangkan sel kulit mati. Sel kulit mati dapat menimbulkan jerawat pada kulit.

  1. Vitamin E

Vitamin E juga bisa menjadi pilihan untuk membersihkan kulit wajah berminyak dan kering. Vitamin E berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menjaga kondisi kulit wajah dengan baik, karena dapat melembabkan dan melembutkan kulit wajah yang tampak kering.

Anda juga sebaiknya jangan menggunakan sabun cuci muka yang mengandung alkohol, karena kulit berminyak dan kering memiliki keseimbangan kadar pH kulit yang berbeda. Jika Anda menghindari kandungan tersebut, maka kulit wajah Anda tidak terlalu kering atau berminyak.

Jika Kondisi Kulit Memburuk

Jika kondisi kulit Anda memburuk, atau Anda mengalami kondisi tertentu seperti psoriasis, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan terhadap kondisi tersebut. Selain pengobatan, dokter juga menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa hal yang dapat mencegah masalah kulit.

Kesimpulan

Pencuci muka yang disebutkan di atas dapat Anda gunakan untuk menjaga kulit wajah Anda. Anda juga sebaiknya jangan memilih pencuci muka dengan sembarangan, karena ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan seperti efek pada kulit wajah Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang pencuci muka atau kulit, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Ini Manfaat Tomat untuk Kesehatan Ibu Hamil

Bukan hanya mitos semata, tomat memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Buah yang berwarna merah pekat ini memiliki rasa yang manis, segar dan bisa memenuhi asupan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh ibu hamil.

Buah tomat juga mengandung beberapa antioksidan dan nutrisi yang bia menyehatkan tubuh, seperti likopen, kolin, asam folat, beta karoten, lutein, hingga asam alfa-lipoat. Berikut berbagai manfaat tomat untuk ibu hamil yang perlu Anda tahu.

  1. Membantu penyerapan zat besi

Saat hamil, ibu akan membutuhkan banyak zat besi untuk memproduksi haemoglobin ekstra. Selain itu, zat besi juga bisa membantu oksigen tersebar dengan baik ke seluruh tubuh dan janin yang ada di dalam rahim.

Manfaat tomat untuk ibu hamil yang pertama datang dari kandungan vitamin C-nya. Kandungan vitamin C dikenal sebagai nutrisi yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. Saat konsultasi, biasanya dokter kandungan akan merekomendasikan ibu hamil untuk menambah asupan zat besi lewat suplemen.

  • Kandungan likopen yang bisa cegah kerusakan sel

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi likopen melalui makanan seperti buah tomat, bukan yang berasal dari suplemen. Jika dikonsumsi dari buah tomat, maka likopen bisa mencegah kerusakan sel pada ibu hamil karena mengandung antioksidan. Akan tetapi, jika dikonsumsi melalui suplemen, maka malah akan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat lahir bayi rakan rendah.

  • Meningkatkan energi tubuh

Seperti yang sudah dikeatahui, biasanya ibu hamil akan mudah merasa cepat lelah. Tidak perlu khawatir, tomat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup untuk memberikan energi pada ibu hamil saat rasa letih menyerang.

  • Memperkuat sistem imun tubuh

Selain kandungan vitamin C yang mampu membantuk penyerapan gizi, buah tomat juga mengandung vitamin A yang bermanfaat untuk memperkuat sistem imun tubuh ibu hamil. Selain itu, vitamin A dari buah tomat ini bisa memabantu ibu hamil melawan infeksi dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan tubuh setelah melahirkan.

  • Mencegah terjadinya pendarahan

Pendarahan pada ibu hamil bisa saja terjadi sebelum atau sesudah melahirkan. Dalam kondisi parah, pendarahan bisa mengancam nyawa. Adanya vitamin K dari buah tomat bisa membantu ibu hamil dalam mencegah pendarahan. Hal ini dikarenakan vitamin K akan membantu tubuh dalam melakukan proses pembekuan darah untuk mencegah pendarahan berlebih.

  • Mencegah cacat bawaan lahir

Tidak hanya mampu mencegah kerusakan sel pada ibu hamil, kandungan likopen yang dimiliki tomat juga dipecaya bisa mencegah kelainan bawaan lahir dan pre-eklampsia (komplikasi berupa tekanan darah tinggi, pembengkakan tangan dan kaki, hingga adanya protein dalam urine).

  • Mencegah kram kaki

Pada ibu hamil, kondisi kram kaki dan sindrom kaki gelisah adalah hal yang sering ditemui. Tidak perlu khawatir, kandungan kalium pada tomat bisa mencegahnya. Selain itu, tomat juga mengandung kalsium yang bissa mencegah kram kaki dan sindrom kaki gelisah ini.

  • Melancarkan pencernaan

Banyak ibu hamil yang merasakan sembelit, wasir, hingga diare. Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat ternyata bisa mencegahnya. Manfaat tomat untuk ibu hamil selanjutnya adalah melancarkan pencernaan, karena kandungan serat yang dimilikinya.

  • Memperlancar sirkulasi darah

Sirkulasi darah yang lancar bisa berdampak baik pada janin dalam rahim. Sebab, segala nutrisi dan oksigen untuk janin, disalurkan lewat aliran darah sang bumil. Studi membuktikan bahwa tomat adalah makanan yang bisa membantu pembuluh darah terbuka, sehingga memperlancar aliran darah.